Annelies Marie Frank (1929โ1945) adalah seorang penulis buku harian keturunan Yahudi Jerman-Belanda. Salah satu korban Holocaust Yahudi yang paling banyak dibicarakan, ia mendapatkan ketenaran secara anumerta dengan penerbitan The Diary of a Young Girl tahun 1947, di mana ia mendokumentasikan kehidupannya dalam persembunyian dari tahun 1942 hingga 1944, selama pendudukan Jerman di Belanda pada Perang Dunia II. Ini adalah salah satu buku paling terkenal di dunia dan telah menjadi dasar beberapa d...
Annelies Marie Frank (1929โ1945) adalah seorang penulis buku harian keturunan Yahudi Jerman-Belanda. Salah satu korban Holocaust Yahudi yang paling banyak dibicarakan, ia mendapatkan ketenaran secara anumerta dengan penerbitan The Diary of a Young Girl tahun 1947, di mana ia mendokumentasikan kehidupannya dalam persembunyian dari tahun 1942 hingga 1944, selama pendudukan Jerman di Belanda pada Perang Dunia II. Ini adalah salah satu buku paling terkenal di dunia dan telah menjadi dasar beberapa drama dan film.
Annelies Marie Frank (1929โ1945) was a German-Dutch diarist of Jewish heritage. One of the most discussed Jewish victims of the Holocaust, she gained fame posthumously with the 1947 publication of The Diary of a Young Girl, in which she documents her life in hiding from 1942 to 1944, during the German occupation of the Netherlands in World War II. It is one of the world's best-known books and has been the basis for several plays and films.