Dimas Aditya adalah seorang produser, sutradara, aktor, penulis skenario, world-builder, musisi, dan YouTuber berkebangsaan Indonesia. Ia memulai debutnya sebagai produser dan sutradara sejak tahun 2014 dan dikenal sebagai salah satu pendiri rumah produksi film Green Project Production bersama Ical dan Leandy. Sepanjang kariernya, Dimas telah terlibat dalam puluhan proyek film indie, podcast, dan serial, serta dikenal atas visinya dalam menciptakan semesta fantasi lokal yang khas seperti Wizard...
Dimas Aditya adalah seorang produser, sutradara, aktor, penulis skenario, world-builder, musisi, dan YouTuber berkebangsaan Indonesia. Ia memulai debutnya sebagai produser dan sutradara sejak tahun 2014 dan dikenal sebagai salah satu pendiri rumah produksi film Green Project Production bersama Ical dan Leandy. Sepanjang kariernya, Dimas telah terlibat dalam puluhan proyek film indie, podcast, dan serial, serta dikenal atas visinya dalam menciptakan semesta fantasi lokal yang khas seperti Wizard Lineage Series, Trilogi Buku Hitam, dan Trilogi Diari Magis. Pada tahun 2024, Dimas juga resmi bergabung dengan komunitas produser film indie Bidik Layar Cinema untuk memperluas jejaring kolaborasi lintas kota dan memperkuat kontribusinya dalam dunia perfilman independen di Indonesia. Dimas juga bersahabat dekat dengan CIO Productions dan Humakologi Films. Pada 2026, diperkirakan Dimas sudah memiliki lebih dari 80 karya.
Dimas Aditya is an Indonesian producer, director, actor, screenwriter, world-builder, musician, and YouTuber. He debuted as a producer and director in 2014 and is known as one of the founders of the film production house Green Project Production with Ical and Leandy. Throughout his career, Dimas has been involved in dozens of indie film projects, podcasts, and series, and is known for his vision in creating distinctive local fantasy universes such as the Wizard Lineage Series, the Black Book Trilogy, and the Magic Diaries Trilogy. In 2024, Dimas also officially joined the indie film producer community Bidik Layar Cinema to expand its cross-city collaboration network and strengthen its contribution to the world of independent film in Indonesia. Dimas is also close friends with CIO Productions and Humakologi Films. By 2026, Dimas is estimated to have more than 80 works.