Hielmy Aditya Permana lahir di Ciamis pada 8 Mei 2000 dan tumbuh besar di Pangandaran, Jawa Barat, dalam keluarga manusiaโbukan alien atau makhluk mitologi. Kecintaannya pada dunia visual dimulai sejak kelas 5 SD, ketika ia pertama kali menggenggam ponsel berkamera. Dengan semangat eksplorasi yang lebih besar dari akalnya saat itu, ia merekam apa saja yang ada di depan kamera, termasuk dirinya sendiri saat mencoba meniru akting para aktor di film.
Berbekal software editing bawaan Windows yang l...
Hielmy Aditya Permana lahir di Ciamis pada 8 Mei 2000 dan tumbuh besar di Pangandaran, Jawa Barat, dalam keluarga manusiaโbukan alien atau makhluk mitologi. Kecintaannya pada dunia visual dimulai sejak kelas 5 SD, ketika ia pertama kali menggenggam ponsel berkamera. Dengan semangat eksplorasi yang lebih besar dari akalnya saat itu, ia merekam apa saja yang ada di depan kamera, termasuk dirinya sendiri saat mencoba meniru akting para aktor di film.
Berbekal software editing bawaan Windows yang lebih cocok untuk presentasi sekolah daripada penyuntingan filmโia merakit karyanya yang pertama. Hasilnya? Sebuah mahakarya yang tampak seperti PowerPoint dengan niat baik. Namun, dari situlah perjalanan sinematiknya dimulai.
Hielmy Aditya Permana (born in Ciamis, 2000) is a filmmaker from Pangandaran with a background in theater and performing arts. He studied Film and Television at ISI Surakarta and has been active in various aspects of cinema, from production to screenings and festivals. His works have been showcased at 100% Manusia Film Festival, Jakarta World Cinema x KlikFilm, Movie Event Padjajaran, Sewon Screening, and the TVRI Short Film Festival. In 2024, he served as the Festival Director of Sinema Akhir Tahun #9. Since 2020, he has founded a film collective that is now active in Pangandaran and Surakarta, focusing on film production and annual screenings.