Tri Yuni Aulia adalah pembuat film yang seringkali mengeksplorasi isu perempuan, persoalan sosial dan eksistensial. Ia telah menyutradarai sejumlah film pendek, di antaranya Lintas Imaji, Hari-Hari Huru-Hara, dan Sunyi, Sepi, Sendiri.
Akrab dipanggil Tya, ia merupakan lulusan D3 Film dan Televisi di Jogja Film Academy (2025) dan melanjutkan studi S1 di Program Studi Film dan Televisi UPI dengan konsentrasi pengkajian film. Ia aktif sebagai ketua di Komunitas Film Pendek Jakarta (KFPJ) serta men...
Tri Yuni Aulia adalah pembuat film yang seringkali mengeksplorasi isu perempuan, persoalan sosial dan eksistensial. Ia telah menyutradarai sejumlah film pendek, di antaranya Lintas Imaji, Hari-Hari Huru-Hara, dan Sunyi, Sepi, Sendiri.
Akrab dipanggil Tya, ia merupakan lulusan D3 Film dan Televisi di Jogja Film Academy (2025) dan melanjutkan studi S1 di Program Studi Film dan Televisi UPI dengan konsentrasi pengkajian film. Ia aktif sebagai ketua di Komunitas Film Pendek Jakarta (KFPJ) serta mendirikan kolektif Kanal Film Distribution yang berfokus pada distribusi film-film akar rumput. Selain itu, ia memiliki keterlibatan dalam praktik pengarsipan film melalui proyek konservasi di Sinematek Indonesia dan terafiliasi dengan Indonesian Film Archivist Society (IFAS).
A woman born in 2001 who started her interest in film since Vocational High School. Interested in films that can accommodate her passion for literature and audiovisual, she continued her education at the Jogja Film Academy majoring in Film and Television Production class of 2021. She is a film enthusiast from Indonesia who studied a lot of film insights while studying at the Jogja Film Academy. Some of her works include 'Everyday Noise (2024)' and 'The Cross-Image (2023)' as a director. Apart from film production, she is also involved in film archiving and distribution.