Sinopsis
Di masa depan alternatif Indonesia, ketika teknologi nuklir mencapai titik menghasilkan matahari buatan untuk sumber energi yang tak ada habisnya, seorang filsuf malas Sajad Ali berkeliaran mencari tempat untuk tidur. Diceritakan dalam pendekatan semi-esaiistik, Sajad Ali merefleksikan dinamika teknologi nuklir di masa depan, politik materialitas melalui pencarian mineral seperti thorium di Indonesia, serta kompleksitas isu nuklir di negara-negara Selatan dan ketegangannya dengan ekologi, konsumsi energi, negara-bangsa, dan produktivitas.